Minggu, 21 Juli 2013

universitas kehidupan

ketika dunia memberi 1000 alasan untuk membuat kamu menangis,
tunjukkanlah bahwa kamu punya 1001 alasan untuk tersenyum.

ketika dunia memberi 1000 alasan untuk membuat kamu mengeluh,
tunjukkanlah bahwa kamu punya 1001 alasan untuk bersyukur.

ketika dunia memberi 1000 alasan untuk membuat kamu menyerah,
tunjukkanlah 1001 janji Allah bahwa kamu akan berjaya,
sebab,

ketika kerjamu tidak dihargai,
maka saat itu kamu sedang belajar tentang ketulusan.
ketika kerjamu tidak dihargai,
maka saat itu kamu sedang belajar tentang ketulusan.
ketika usahamu dinilai tidak penting,
maka saat itu kamu sedang belajar keikhlasan.
ketika hatimu terluka sangat dalam,
maka saat itu kamu sedang belajar tentang memaafkan.
ketika kamu harus lelah dan kecewa,
maka saat itu kamu sedang belajar tentang kesungguhan.
ketika kamu merasa sepi dan sendiri,
maka saat itu kamu sedang belajar tentang ketangguhan.
ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung,
maka saat itu kamu sedang belajar tentang kemurah hatian.

dunia ini terlalu hina untuk membuat kamu menangis,
terlalu murah untuk membuat kamu bersedih,
terlalu lemah untuk membuat kamu putus asa.
tersenyumlah....
karena kamu mendapat kesempatan dan sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN.

Selasa, 19 Maret 2013

jawablah wahai pujaanku

ini bukan tentang kau, dia ataupun kita.

Beribu cinta datang padaku,
beribu penolakan kuberikan.
Beribu harapanku padamu,
namun belum jua tersapa salamku padamu,
belum berpihak jua cintamu padaku.

Samudera mana yang tak kusebrangi?
Gunung mana yang tak kudaki?
Langit mana yang tak pernah kutatapi?
Dan daratan mana yang tak pernah kujejaki?
Hanya demi melihat senyummu,
hanya demi mendengar suaramu,
dan demi merasakan keberadaanmu.
Jawablah wahai pujaanku.

Seberapa dalam lagi ku harus terjatuh?
seberapa tinggi lagi ku harus melompat?
seberapa jauh lagi ku harus berlari?
dan seberapa cahaya lagi ku harus terangi kegelapan ini?
Jawablah wahai pujaanku.

Seberapa jauh lagi pengorbananku?
Sampai kapan aku harus menunggumu?
Tahukah kau waktu terus berputar?
Jawablah wahai pujaanku.

Sebelum malaikat maut menjemputku,
aku hanya ingin mendengar ya atau tidak,
apapun keputusanmu akan aku terima,
walaupun menyakitkan bagiku.

hujan

 gak semua yang loe baca itu realita.
gak semua yang tertulis disini nyata.
ini bukan tentang aku, kamu, dia ataupun kita.

hujan yang mempertemukan kita,
hujan yang membuat kita saling kenal,
hujan yang membuat kita dekat dan akrab,
hujan memiliki banyak kenangan antara kita,
hujan yang mendamaikan kita,
hujan yang membuat kita makin peduli, makin sayang,
makin cinta, makin merindukan satu sama lain,
dan di saat hujan pula kita mengakhiri semuanya.

Mungkin hujan bisa menjadi saksi dari sebuah perjalanan cinta.
dan menjadi kenangan yang berharga bagi pelakunya.

Senin, 11 Februari 2013

love letter competition


Dear SS,
Salam hangat terdahsyat dari seseorang yang pernah ada dalam hidupmu, di manapun kamu berada…..
Aku gak tau harus mulai darimana, terlalu banyak yang ingin aku ungkapkan kepadamu. Mengapa harus lewat surat? Aku punya dua alasan untuk itu. Pertama, aku sering speechless setiap ngobrol denganmu, tiba-tiba blank gitu. Kedua, kemampuan lidahku tidak sebagus kemampuan menulisku, terkadang ada banyak hal yang tidak tersampaikan oleh lidahku ini. Tetapi kalau aku tulis, semua terungkapkan dengan sempurna.
Aku nulis surat ini untuk mengungkapkan semua yang ada di hatiku. Agar semua kesalahpahaman dan ketidaknyamanan yang terjadi di antara kita tak ada lagi. Sehingga hubungan kita kembali lagi seperti semula. Dekat dan akrab layaknya saudara.
Semoga kamu sehat dan bahagia selalu dimanapun kamu berada serta semua urusanmu diberi kelancaran oleh Allah SWT. HP-ku crash SS, aku kehilangan nomor kamu, jadinya kita loss contact. Setelah kita tidak dalam satu komunitas lagi dan lulus, aku nggak dengar lagi kabar tentangmu. Tetapi aku sesekali ngecek akun facebookmu, bukan untuk  comment ataupun kirim message. Itu aku lakukan hanya untuk sekadar memenuhi rasa penasaranku, akunmu masih aktif atau tidak. Oh ya SS, aku titip salam ya buat kak Nana dan baby Faiz, semoga dedek faiz jadi anak yang shaleh dan gagah serta bermanfaat bagi sesama.
Aku tak bisa melupakanmu, kamu telah menempati ruang khusus di hatiku. Bahkan, sadar ataupun tidak, aku sering menyertakanmu dalam setiap do’aku. Kamu masih ingat percakapan kita, dalam persiapan sebuah event, tentang asal muasal panggilan “SS”. Menurut kamu “SS” itu adalah “Seksi Sibuk”, dengan alasan kita melakukan banyak hal yang bukan tanggung jawab kita. Kita memiliki kelapangan waktu sehingga bisa menghandle hal itu (bersih-bersih, mendekor, nyari kertas dan bingkai buat sertifikat, beli bunga, beli pita dan pretelannya, bahkan kamu sempat-sempatnya pula beli sepatu pantofel baru buat dipakai di event itu). Kita benar-benar jadi orang yang paling sibuk, sampai-sampai gak ada foto kita di semua dokumentasi yang ada. Karena kita selalu sibuk, dan ngurusin semua hal, sampai melupakan sesi foto-foto. Kita berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada para narasumber, undangan dan tamu yang hadir. Saat itu aku setuju, SS itu Seksi Sibuk, tetapi sekarang aku punya arti tambahan dari SS itu, yaitu “Special Someone”, karena itulah arti dirimu di hatiku. Kamu berkesan bagiku.
Masih lekat dalam ingatanku, bagaimana keakraban dan kedekatan hubungan yang terjalin antara kita. Salah tingkah dan tersipu-sipu yang kerap muncul. Perasaan dihargai diistimewakan, didengarkan sarannya, dipertimbangkan masukannya, persahabatan yang erat, kepedulian yang tercipta, kepercayaaan dan keceriaan yang ada yang tak bisa hilang dalam ingatan. Tiga tahun bukan waktu yang sebentar SS. Melupakan kebersamaan kita dan semua kisah yang telah tercipta tidak semudah membalikkan telapak tangan. Semua butuh proses. Semua cerita, penempaan ilmu baru dari para ahlinya, simulasi-simulasi yang menambah pengetahuan kita, perjuangan dan pengorbanan dalam mewujudkan cita-cita, romansa dan kekeluargaan yang tercipta, dan tenggang rasa dalam mewujudkan tujuan bersama begitu membekas di jiwa.
Aku tidak pernah tau apa arti diriku bagimu, karena kita tidak pernah jujur terhadap perasaan masing-masing. kita tak wajib melabeli hubungan yang telah terjalin ini. Cukup jujur dan ikuti hati nuranimu, SS. Seperti quote yang aku baca di novel LCHP karya Karla M. Nashar, “melabeli hanya akan memberikan batasan pada sesuatu. Banyak hal dalam hidup ini yang tidak bisa dilabeli dengan kata-kata yang punya keterbatasan. Padahal untuk bisa memahami hal-hal yang tidak bisa dilabeli, kita hanya perlu jujur merasakannya dengan hati. Sesederhana itu”.
Terima kasih telah menjadi bagian dalam hidupku SS. Kamu telah membuat hidupku lebih berwarna. Semua yang telah terjadi adalah proses yang harus aku lalui menuju kedewasaan. Kamu telah mengajarkan banyak hal, kerja keras; persahabatan; pengorbanan; kesetiaan; kasih sayang’ kepeduliaan; saling menghargai; komitmen; pengabdian dan sikap lainnya yang harus dimiliki dalam menjalani hidup dan dinamikanya. Terima kasih juga kamu telah menyempatkan hadir di acara penting dalam jenjang pendidikanku. Aku maklum dengan kesibukanmu, jadi aku tidak terlalu berharap kamu akn datang. Surprise!!! ternyata kamu datang, padahal saat itu hujan dan kamu dalam keadaaan sangat capek. I’m happy and appreciate it SS. Aku benar-benar menghargai pengorbananmu, walaupun aku gak bisa ketemu kamu secara langsung, aku pulang lebih awal karena sedang flu.
Maafkan aku jika selama ini aku berbuat salah dan khilaf terhadapmu SS. Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari dosa dan jauh dari kesempurnaan. Maafkan aku, aku terlalu nyaman memanggilmu dengan SS daripada namamu. Bukan berarti aku tidak menghargai nama yang telah diberikan oleh orangtuamu, entahlah, SS itu begitu simple dan terdengar lebih indah. Mengenai kelanjutan hubungan ini aku serahkan kepada sang Pencipta. Sekarang ini aku fokus pada peningkatan kualitas diri, mengejar mimpi, membahagiakan kedua orangtua dan keluargaku, serta memberikan kebahagiaan dan manfaat bagi sesama. Aku akan tetap menjaga tali silaturrahim denganmu. Aku percaya nanti akan ada “the right man  in the right place at the right time” buatku. “Semua akan indah pada waktunya”. Dan aku yakin janji allah ini akan berlaku,”Lelaki yang baik untuk perempuan yang baik, dan perempuan yang baik untuk lelaki yang baik”.
Hanya ini yang bisa aku tulis, semoga aku tidak mengejutkanmu ataupun menyakiti hatimu. Lega rasanya!!! Thx udah nyempatin baca dan maaf kalau kepanjangan. Tujuanku hanya satu, biar semua clear, clear, clear. Hehehe  ^^

Sincerely yours,
IZP



Senin, 13 Juni 2011

hal yang kurasa saat ini

akhir2 ni ntahlah adalah kata yang benar2 cocok menggambarkan jiwa dan perasaanku.
semua berkecamuk,mulai dari  kesal, benci, sebel, jenuh, marah, kecewa, tersinggung, bad mood ampe sedih.
kadang2 aku juga gk paham ma hatiku ini, dia tu benar2 moody.
tadi aku happy,
setengah jam kemudian marah n kesal
sejam kemudian sedih.
benar2 remaja yg labil diriku ini...